Pengalaman pahit
Pemutakhiran Terakhir (Selasa, 22 April 2008 03:21) Ditulis oleh Ganis eko wahyudi Senin, 07 April 2008 04:04
Sedikit cerita mengenai terjadinya keckelakaan lalu lintas yang aku alami di Tahun 2001 tepatnya tanggal 26 mei 2001 pukul 03:40 Wib.
Kejadian tersebut kami alami di daerah trowulan Kota Mojokerto Jawa Timur, dimana kami sekeluarga saya dan istri kemudian kakak istri saya dan suaminya beserta ibu mertua. Kebetulan sekali dalam seminggu itu kakak yang mengemudikan mobil bolak balik dari surabaya ke Kota Ngawi, ada acara hajatan dari keluarga kakak istri saya kebetulan juga yang hadir untuk meramaikan adalah TOPLES alias mas topan dan lesus (alm) pelawak terkenal.
Kejadian tersebut berjalan singkat dan dalam kecelakaan tersebut masih kemungkinan yaitu di tabrak dari depan atau dari samping karena posisi mobil menjadi hancur berbentuk huruf "U".
Singkat cerita 5 korban kecelakaan yg menolong kebetulan polisi karena mungkin waktunya yg sepi mendekati subuh dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Waktu itu saya merasakan mata sebelah kiri agak masuk kedalam (saya raba dengan tangan) dan sampai saya keluar dari rumah sakit itu tidak mendapatkan penanganan secara maksimal.
Dua minggu kemudian saya dibawa ke Malang dan dirujuk ke dokter bedah..namun apa yang saya dapat bahwa mata sebelah kiri posisi robek (tidak diapa apakan di rs sebelumnya) kemudian dirujuk lagi ke dokter mata.
Nah sampai disini saya diharuskan untuk operasi..operasi tersebut hanya menjahit luka robek di bola mata sebelah kiri. Hal inilah yang menyebabkan bola mata sebalah kanan tertular hingga saya tidak bisa melihat. Setelah itu aku operasi kembali untuk membuang isi bola mata sebelah kiri dan beberapa saat kemudian saya bisa melihat lagi wlaupun menjadi 70%.
Sampai disini saya masih bisa maelkukan aktivitas dikantor dan masih bisa mengajar waktu itu di diklat surabaya.
Kemudian di Tahun 2002 tapatnya bulan September aku dirujuk ke Jakarta eyes center, disana aku diputuskan untuk operasi karena ada syaraf yang putus dan retina posisi longgar. 27 hari aku di rumah sakit dan akhirnya pulang ke Malang dengan harapan bisa sembuh, dalam perjalanan pengobatan adasatu obat yang dihentikan oleh dokter di malang karena dengan alasan resistensi namun akhirnya silicon yang ada didalam bola mata aku mnjadi pecah dan menyebar ke semua syarat. duh ...apa boleh buat akhirnya operasi kedua di Jakarta Eyes Center tepat nya di Hari Raya Iedul Fitri waktu itu aku masuk rumah sakit lagi. Akhirnya dengan kepasrahan aku berobat kemana mana dimana orang bilang aku mencoba dan mencoba untuk mencapai kesembuhan, namun Allah SWT mentakdirkan lain aku mengalami kenetraan.
Walaupun masih bisa melihat samar samar aku berusaha keras untuk lebih maju dan mandiri. Begitulah sedikit cerita pahit yang pernah aku alami


